Penyebab Obesitas Pada Orang Dewasa

Penyebab Obesitas Pada Orang Dewasa

Segala hal yang terjadi pada tubuh kita pastinya selalu berasal dari satu langkah awal penyebab dari setiap kejadian yang ada. Obesitas merupakan salah satu peristiwa yang bisa terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali seseorang yang bahkan tidak memiliki keturunan yang mengidap obesitas.

Hal ini menyebabkan semua harus dalam kewaspadaan yang tinggi supaya tidak terkena obesitas. Apa saja sebenarnya yang dapat menyebabkan obesitas pada orang dewasa? Mari simak ulasan berikut ini.

Kadar Tiroid Rendah

Kadar tiroid rendah atau yang lebih dikenal dengan hipotiroid menjadi salah satu faktor penyebab obesitas orang dewasa. Biasanya hal ini terjadi pada kebanyakan kaum perempuan, yang dengan mudahnya mengalami kenaikan berat badan.

Rendahnya cairan tiroid yang ada dalam tubuh membuat tubuh mengalami penimbunan lemak, sebab lemak yang terdapat dalam tubuh tidak dapat diolah untuk menjadi energi.

Itulah sebabnya seseorang yang memiliki kadar tiroid rendah sering terlihat lesu dan lunglai. Ciri lain seorang yang memiliki kadar tiroid rendah adalah susah untuk mengingat sesuatu, tubuh tidak berkeringat sebanyak biasanya, penurunan libido, dan sering mengalami kesemutan pada tangan dan kaki.

Menopause

Hal lain yang hanya terjadi pada kaum perempuan adalah menopause. Ketika seorang perempuan mengalami menopause atau sedang menuju ke fase tersebut, terjadi perubahan hormon dalam tubuh yang menyebabkan nafsu makan akan meningkat secara drastis.

Akan sangat baik jika dapat mengontrol nafsu makan tersebut, sehingga akan terhindar dari ancaman obesitas pada tubuh. Perlu diketahui bahwa seorang perempuan sangat dianjurkan untuk terus berolahraga atau melakukan aktivitas yang dapat membantu tubuh untuk membakar lemak.

Salah Mengkonsumsi Lemak

Lemak adalah salah satu zat yang diperlukan tubuh sebagai pembentuk tenaga yang berguna untuk melakukan aktvitas sehari-hari. Banyak yang beranggapan bahwa semua lemak itu baik, padahal ada lemak yang dapat menyebabkan tubuh dapat beresiko mengidap kolesterol tinggi yang akan berujung juga pada obesitas.

Kurangnya asam lemak essensial akan menimbulkan rendahnya daya metabolisme tubuh akan membuat nafsu makan ikut meningkat. Untuk itu, ada baiknya untuk menghindari makanan cepat saji yang mengandung lemak jahat dari sisa minyak goreng yang terdapat di dalam hidangan tersebut.

Pengobatan

Sederet obat-obatan yang dikonsumsi oleh tubuh guna menyembuhkan beberapa penyakit yang bersarang dalam tubuh juga dapat menyebabkan obesitas.

Hal yang sama juga terjadi pada kaum perempuan yang tengah menjalani program KB, sebab obat KB sangat berpengaruh pada peningkatan nafsu makan. Dampak pengobatan juga dapat membuat sistem atau kinerja organ pada tubuh mengalami sedikit pergeseran, yang kemudian berpengaruh pada metabolisme tubuh.

Kadar Gula Darah

Glukosa adalah sumber energi bagi tubuh yang dengan mudah didapatkan dari nasi, dan semua makanan serta minuman yang mengandung karbohidrat.

Ciri dari makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat adalah yang memiliki rasa manis. Rasa manis yang identik dengan gula inilah yang dapat menjadi sebuah ancaman bagi tubuh terhadap obesitas.

Ketika tubuh telah mencukupi kebutuhan glukosa dan ternyata masih banyak gula yang belum diolah oleh tubuh, maka secara otomatis akan menyebabkan penimbunan dan berdampak pada tingginya kadar gula darah.

Tentunya hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh, dan tidak dapat dipungkiri bahwa berat badan akan dengan cepat bertambah.

Hormon Kortisol Tinggi

Obesitas dengan kadar hormon kortisol yang tinggi akan mengalami pembesaran hanya pada bagian tubuh tertentu, yaitu bagian wajah dan perut serta pundak. Perkecualian terjadi pada tangan dan kaki yang tetap langsing. Dampak lain yang terjadi akibat tingginya hormon kortisol adalah kulit menjadi semakin tipis dan sulitnya luka memar untuk sembuh.